Ketertarikan di huruf "E"
Malam ini aku ingin sedikit cerita tentang sebuah keinginan dan sebuah pengharapan yang belum berkesudahan. Keinginan untuk bersama-mu dan ingin tetap diam disini menyukai tanpa kamu tau seberapa dalam rasa suka ku pada-mu. Sebuah pengharapan yang belum ada titik temu dan titik terang bahwa aku berangan-angan bisa memulai hubungan serius yang dilandaskan atas keridhoan Allah dan kedua orang tua kita. Pengharapan bahwa aku bermimpi untuk bisa wisuda bersama dengan-mu beserta kedua orang tua kita dipertemukan dan kemudian memulai saling jujur bahwa aku inginkan kamu untuk masa depan ku seterusnya (masa depan dunia dan akhirat-ku).
Tanpa kusadari bahwa keinginan dan pengharapan-ku adalah sebuah keniscayaan yang entah kapan bisa terwujud bahkan bisa jadi ini hanya ilusi semata yang membuyarkan kontribusi logika di dalamnya dan hanya ada perasaan yang menggebu-gebu akan keinginan untuk bisa bersama-mu. Kusadari bahwa logika-ku tidak berjalan dengan baik karena diri-ku sudah dikuasai oleh perasaan yang berlebihan terhadap-mu.
Malam ini, masih saja bercerita tentang-mu. Sesuatu yang sedang aku pikirkan saat ini dan ini telah berulang kali aku lakukan bahwa kamu merupakan wanita luar biasa calon istri dunia akhirat dan ibu yang penuh kasih dan kelembutan untuk anak-anak ku kelak di masa depan. Boleh dibilang bahwa aku sering berangan-angan tentang kita di masa depan, tentang aku dan kamu, kita menikah, punya keluarga kecil yang harmonis, romantis, humoris, keluarga yang penuh dengan canda dan tawa, keluarga kecil yang selalu meletakkan pengharapan setinggi-tingginya hanya kepada Allah pemilik segalanya. Aku berangan-angan mempunyai keluarga yang luar biasa membahagiakan dunia akhirat. Keluarga yang saling mengingatkan dalam kebaikan, saling membantu satu sama lain, kelaurga yang menerima apa adanya kita, dan saling melengkapi dan menutupi kekurangan kita masing-masing. Keluarga yang tidak membiarkan ada orang di dalamnya yang hampa, kesepian dan merasa sendiri, bukan... Kita keluarga yang Sakinah, Mawaddah, dan Warrahmah. Harapan besar ku yang sekarang masih tergantung tinggi diatas sana dan belum tau kapan semua itu bisa terwujud. Bersama-mu lah aku ingin membangun keluarga seutuhnya yang aku inginkan.
Ketertarikan ku kepada mu dimulai kurang lebih 2 tahun 9 bulan yang lalu dan sampai detik ini masih sama bahkan bertambah, ketertarikan di huruf berawalan "E" dan berakhiran "Y".
Semoga takdir membawaku berlabuh pada pangkuan-mu. Sampai jumpa di waktu yang tepat dan tempat yang indah yang sudah Allah tetapkan. Yakinlah bahwa kita sedang menaiki gerbong kereta yang berbeda dan kelak akan bertemu pada stasiun pemberhentian yang sama. Semoga saja dipertemukan pada titik yang sama.
Malam ini, masih saja bercerita tentang-mu. Sesuatu yang sedang aku pikirkan saat ini dan ini telah berulang kali aku lakukan bahwa kamu merupakan wanita luar biasa calon istri dunia akhirat dan ibu yang penuh kasih dan kelembutan untuk anak-anak ku kelak di masa depan. Boleh dibilang bahwa aku sering berangan-angan tentang kita di masa depan, tentang aku dan kamu, kita menikah, punya keluarga kecil yang harmonis, romantis, humoris, keluarga yang penuh dengan canda dan tawa, keluarga kecil yang selalu meletakkan pengharapan setinggi-tingginya hanya kepada Allah pemilik segalanya. Aku berangan-angan mempunyai keluarga yang luar biasa membahagiakan dunia akhirat. Keluarga yang saling mengingatkan dalam kebaikan, saling membantu satu sama lain, kelaurga yang menerima apa adanya kita, dan saling melengkapi dan menutupi kekurangan kita masing-masing. Keluarga yang tidak membiarkan ada orang di dalamnya yang hampa, kesepian dan merasa sendiri, bukan... Kita keluarga yang Sakinah, Mawaddah, dan Warrahmah. Harapan besar ku yang sekarang masih tergantung tinggi diatas sana dan belum tau kapan semua itu bisa terwujud. Bersama-mu lah aku ingin membangun keluarga seutuhnya yang aku inginkan.
Ketertarikan ku kepada mu dimulai kurang lebih 2 tahun 9 bulan yang lalu dan sampai detik ini masih sama bahkan bertambah, ketertarikan di huruf berawalan "E" dan berakhiran "Y".
Semoga takdir membawaku berlabuh pada pangkuan-mu. Sampai jumpa di waktu yang tepat dan tempat yang indah yang sudah Allah tetapkan. Yakinlah bahwa kita sedang menaiki gerbong kereta yang berbeda dan kelak akan bertemu pada stasiun pemberhentian yang sama. Semoga saja dipertemukan pada titik yang sama.
Bogor, 30 Oktober 2017
Kota Hujan Yang Menggalaukan
Komentar
Posting Komentar