Tuhan, Mampukan Aku

Malam semakin larut, tinggal sisa perjuangan hari ini yang membekas begitu jelas. Hari demi hari pun telah berlalu dan terlalui begitu cepat, namun ingatan masih sama akan sebuah hal. Hal yang satu ini begitu dalam membekas seperti melesatnya anak panah yang mengenai tubuh dan lukanya membekas begitu lama. Seperti itulah halnya dengan sebuah ingatan yang selalu tiba-tiba muncul dipikiran saat ini dan bahkan setiap harinya. "Kamu dan ketertarikan dengan huruf E", itulah yang belum berubah setiap tapak perjalanan ini.

 "Kamu" yang entah aku sendiri masih bingung dengan perasaan ini. Ketidaktahuan aku dan ketidakmampuan aku detik ini untuk bisa memastikan itu kepada mu, bahkan Tuhan pun masih merahasiakan semuanya dari ku. Bukannya aku tidak percaya dan gelisah serta gundah akan hal yang satu ini, namun hanya saja kenapa kamu yang selalu terlintas di ingatan ku bahkan setiap harinya. 

Bersyukur dipertemukan denganmu, namun aku masih belum tahu maksud dan hikmah apa dibalik aku mengenalmu. Maafkan aku, karena diam-diam menyukaimu. Satu hal yang aku takutkan adalah apa yang sekarang aku rasakan bukan datang dari Tuhan dan tidak mendapatkan Ridho-Nya. 

"Tuhan, mampukan aku" itu adalah sebuah do'a untuk aku dan kamu bisa bersatu dengan ikatan yang diridhoi Tuhan. Aku percaya bahwa semua akan indah pada waktunya, dipertemukan pada waktu yang tepat, ditempat yang indah serta dengan skenario terindah dari-Nya.

Aku ingin menulis sebuah kutipan yang bisa mewakili perasaan ku untuk saat ini dan baca dengan baik-baik ya...

"Untukmu yang berada disana, apakah sudah ada pria yang mengkhitbahmu? Jika belum, bolehkah aku untuk bertemu dengan ayahmu besok? Seumpama daun menari, aku akan sangat berterimakasih jika kamu izinkan. Jika pun tidak kamu izinkan, tidak apa kan aku tetap melangkah kaki ini ke rumahmu? Mengenai apa jawaban dan keputusanmu, aku akan menerimanya esok dengan keikhlasan hati. Namun sebelum kamu mengucapkannya, aku meminta tolong untuk mempertimbangkan semuanya oleh hatimu dengan hati-hati. Terima kasih, tunggu aku esok di rumahmu."

Aamiin...
Semoga saja berlabuh padamu...
Semoga saja harap ku hanya kepada Allah semata...
Semoga saja kita selalu dijaga dan dipertemukan denga cara Allah yang baik-baik...
ku hanya butuh Ridho dan kasih sayang-Nya...
Karena ku percaya bahwa Dia Maha Pengasih dan lagi Maha Penyayang...
Kulabuhkan Cinta terdalam ku karena-Nya...
Selamat berjumpa di masa depan bersamamu meraih Ridho-Nya...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masih Saja Tentang Dia

Merindu ataukah hanya angan-angan belaka?

Ketertarikan di huruf "E"