Hampir Saja Ku Melewatinya

Hari ini hampir saja ku melewatkan satu moment yang menurutku begitu berharga bagi diriku sendiri. Hari ini tanggal 27 Mei, bertepatan dengan hari "ulang tahun" dia (ENR) yang ke-22. Hari ini tepat satu tahun tiga bulan ku kenal dia, kemudian tiba-tiba kagum semenjak waktu itu sampai detik ini masih sama. Hanya sekarang bedanya, ku tak lagi pernah berpapasan ataupun bertemu dengan dia semenjak malam terakhir Farewel Party. Hari ini lebih tepatnya kali kedua ku mengucapkan selamat ulang tahun untuknya. Entah angin apa yang mendorongku semudah itu mengucapkan berangkai kata ucapan selamat ulang tahun. Hampir saja ku lupa mengucapkannya, hampir saja.

"Hayyyyy,, assalamualaikum ..... Mmmmm, cie yang sudah ulang tahun ke-22 aja yeeeeee.... mmm, selamat ulang tahun yaa, maaf telat ngucapinnya. Semoga ulang tahun yg ke-22 ini lebih dewasa lagi, lebih bisa bagi waktu untuk akademik, organisasi, selalu jaga kesehatannya lebih diutamakan lagi ya, jaga waktu shalatnya, ibadahnya, slalu sayang sama keluarga, dilancarkan dan dimudahkan penelitiannya sampai dapat gelar sarjana, dapat kerja yg diinginkan, dan kemudian smga cepat ketemu jodohnya.. Mmm oiya, jadi mau lanjut S2 (17.34 WIB)?"

Terakhir kali ku hubunginya waktu itu tanggal 10 Januari 2016, dan itu juga karena ku mau beli Popsor (cemilan yang terbuat dari sorghum) dan baru hari ini kuhubunginya kembali karena juga bertepatan ulang tahun dia. 

Ingat kembali waktu itu, pertama kenal dia. Kebetulan satu kelompok dengan dia pada acara Upgrading  yang dilaksanakan di Puncak, Bogor. Alasan ku kagum dia, simpel sekali, yaitu karena pada waktu itu kebetulan ku sendiri cowok di kelompok itu, dan pertama kali juga ku masuk organisai di IPB, jadi pastinya ku tak ada pengalaman dengan  Upgrading. Nah, orang yang paling aktif dan inisiatif waktu itu di kelompok ku adalah dia. Kebetulan pergi ke Puncak, kami hanya diberi uang 50.000 dan bagaimana caranya dengan uang 50.000 tersebut kami ber-enam harus sampai di lokasi Upgrading. Jadi, kami harus menumpang mobil pik up atau apapun itu asal bisa gratis sampai di Puncak. Dialah yang sibuk nyari mobil tumpangan, pik up atau mobil apapun itu yang bisa menumpangi kami untuk sampai ke Puncak. Dia nyetop mobil sana sini, kemudian bertanya apakah kami bisa numpang sampai ke Puncak, dll. Singkat cerita, waktu itu kami dapat tumpangan hanya sampai Sukasari, kemudian memutuskan untuk naik angkot saja dengan sisa uang kurang dari 30.000. Waktu itu adalah pengalaman pertama ku sekaligus penyesalan pertama ku ketika awal masuk oranisasi di IPB. Alasannya adalah karena kenapa pada waktu itu ku pertahankan gengsi dan inisiatifku untuk membantu dia, malah membiarkan dia sendiri nyetop mobil pik up sana sini mencari bantuan. Ku kalah sama dia, dia saja cewek namun berani, tidak gengsian, tidak malu-malu untuk bertanya dan mencari orang yang bisa menumpangi kami ke Puncak pada waktu itu. 

Mulai hari itu, ku kagum dengan dia dan juga sampai saat ini ada rasa penyesalan serta rasa tak bertanggungjawab sebagai laki-laki satu-satunya di kelompok itu. Harusnya aku yang mengayomi mereka, melindungi mereka, namun malah kebalik.. Waktu itu ingin ku langsung minta maaf karena ketidak jentelan ku sebagai laki-laki, namun tak sanggup ku katakan karena rasa bersalah itu. Akhirnya ku baru berani menyatakannya ketika dia ulang tahun ke-21 tepat setahun yang lalu.


Banyak hal yang membuat ku kagum sama dia, kemudian perlahan mulai suka. Dia adalah kriteria cewek impianku, mandiri, sholehah insyaAllah, baik, sopan, dewasa, jago desain,  dan malah kalau ku bandingin dengan diriku sendiri tak ada apa apanya ku dibanding dia.  

Hay, kamu yang sampai saat ini belum bisa ku lupakan. Semoga kita bertemu suatu hari nanti, ditempat yang indah, di waktu yang tepat, dengan skenario terindah dan tak terbayangkan sebelumnya. 

Kalaupun nanti ku tak dipertemukan denganmu, semoga ku dapatkan orang sepertimu.

See You Next Time...

                                                             

                                                                                  Dari orang yang tak sengaja bertemu denganmu...

                                                                                                                    
                                                                                                                        AE









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masih Saja Tentang Dia

Merindu ataukah hanya angan-angan belaka?

Ketertarikan di huruf "E"