Hari Itu Terasa Berbeda Kembali

Lanjutan cerita ketika Fieldtrip Valek dan ABM ke Garut...

haloooooo....
Saya mencoba melanjutkan cerita perjalanan panjang ke Garut...


Setelah selesai makan siang di Papandayan, saya dan kawan- kawan bergegas menunaikan shalat zhuhur, sekalian jamak shalat ashar. Waktu itu hujan mulai turun deras menutupi kecerahan hari itu. Seesai shalat, kami istirahat sejenak sembari menunggu hujannya reda. hari itu, jumat dan hari terakhir kami fieldtrip di Garut.

Sekitar pukul 14.00, kami menuju lokasi pemberhentian Bus dengan menaiki Mobil Pik up. Waktu dalam perjalanan, hujan pun mulai deras kembali, perjuangan dan pengalaman sekaligus turun lapang kesekian kali dengan tantangan yang begitu luar biasa. Hujan-hujanan, teriak-teriakan diatas pik up, kami terombang ambing bak di tengah lautan waktu itu. Ternyata seperti itulah pengalaman seru naik mobil pik up. 

Setelah sampai di lokasi pemberhentian bus, semua orang pada sibuk mengurusi diri masing-masing, ada yang mandi, kemudian ganti pakaian yang tadinya basah selama diperjalanan menuju bus. Ada yang duduk termenung fokus mendengarkan rintikan-rintikan hujan turun, ada yang cuman sekedar ganti baju saja tanpa mandi, ada yang hanya terdiam duduk kedinginan dan tak ganti pakaian, mungkin karena dia tak punya baju ganti, ada yang sibuk bercengkrama dengan teman-temannya, tertawa bahak mungkin karena ada cerita lucu yang sedang mereka perbincangkan, ada yang termenung tak tau apa yang sebenarnya dia pikirkan, terlihat diwajahnya kesedihan dan kesendirian yang mendalam. yaahh, mungkin kondisi waktu itu sangat beragam.

Setelah semua selesai bersiap-siap, berberes-beres diri, kamipun naik bus kembali dan memulai perjalanan pulang ke Bogor. Pihak travelnya mengatakan bahwa kami akan makan malam di Rumah Makan Sunda (Restaurant Bapak Acep Stawberi). 

Hari itu, mulai dari sore itu, ketika sudah sampai di tempat pemberhantian bus, disitulah saya merasakan berbeda kembali, sunyi, sepi, sendiri itu yang saya rasakan kembali, termenung tak karuan, merasa tidak ada satupun waktu itu orang yang peduli sama saya. Seakan waktu itu semua orang benar-benar sibuk mengurusi urusan mereka sendiri, menunjukkan ke egoisan diri masing-masing, individualisme itu tenyata benar-benar nyata, dekat sekali, sakit, sedih, hampa. Saya rasa memang seperti itulah kondisinya saat itu, selama perjalanan menuju Bogor. 

Yah, mungkin saya yang terlalu membawa perasaan waktu itu, memang jamannya sudah seperti ini. Perlahan orang-orang mulai hanya mementingkan dirinya sendiri, jiwa sosial mereka mulai terkikis, perlahan dan secara perlahan hilang. Jaman dimana saling menghargai sudah mulai perlahan pudar, saling peduli perlahan mulai hilang, kemudian timbullah jiwa-jiwa individualsmie. mmmm mungkin bisa jadi seperti itu. Selama di perjalanan menuju Bogor, mungkin benak saya dipenuhi dengan memikirkan hal seperti itu yang akan terjadi dikemudian hari. yaaaa, bisa jadi seperti itu.


Singkat cerita, kamipun sampai di Bogor pukul 2.30 dini hari.

#Tamat


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masih Saja Tentang Dia

Merindu ataukah hanya angan-angan belaka?

Ketertarikan di huruf "E"