Sore Menjelang Senja Gerimis Sendu

Tepatnya kemaren sore sekitar pukul 17.30 WIB, pertama kali saya balik ke Jakarta bersama teman kontrakan saya, yaitu Samsul Bachri. Ceritanya seperti ini, dahulu kala ketika teman saya ini baru memiliki motor resmi punya sendiri. Nah, diwaktu itu Dia mau balik ke Jakarta (Tanjung Priok), Dia menawarkan kepada saya untuk barengan baliknya ke Jakarta. Namun, nasib berkata lain waktu itu saya tidak dapat pinjaman helm. Singkat cerita, waktu itu saya gagal pulang barengan sama Samsul dan akhirnya saya putuskan untuk balik ke Jakarta cukup diantar Samsul sampai Stasiun Kereta saja.

Cerita ini tidak sampai disitu saja nih sobat, kemudian minggu-minggu berikutnya seperti itu juga dengan alasan yang sama saya tidak juga mendapatkan helm sebagai syarat bisa ditebengin Samsul balik ke Jakarta. Wah, nasib pun memihak seperti itu lagi kepada saya. Akhirnya pada waktu itu saya putuskan untuk menyerah. Wah lebay dikit gapapa ya sobat, dipuitisin dikitlah biar seru. Singkat cerita nih ya, Samsul tidak lagi mengajak saya untuk balik barengan ke Jakarta naik motornya.

Namun, apa yang terjadi sobat, kemaren Samsul menawarkan tebengan kepada saya pulang bareng ke Jakarta naik motornya. Wah apa daya upaya saya sebagai Hamba Allah, sore itu hujan lebat mengguyur Kota Bogor tercinta. Sepertinya bogor kembali memperlihatkan keasliannya, yaa membuktikan kembali kepada warga yang tinggal di Bogor bahwa julukan Bogor sebagai "Kota Hujan" benar adanya. Hari itu hujan sangat lebat sekali sobat, kemudian saya memutuskan untuk tidur saja dan mengurungkan niat untuk balik ke Jakarta bersama Samsul. Namun selang setengah jam dari semenjak hujan turun, akhirnya tepat pukul 17.30 hujannya berbaik hati, yes hujannya reda akhirnya. Sobat tau seperti apa kelanjutan cerita saya?

Tepat sekali, akhirnya Samsul bangunkan saya dan mengajak untuk balik bersama karena hujan telah mau mengalah dan memberikan kesempatan kepada saya untuk bisa barengan balik bersama Samsul naik motornya (yeee hujannya berhenti menetes).

Kamipun berangkat tepat pukul 17.30 WIB, dan ternyata waktu balik kami tidaklah tepat karena diwaktu dimana orang-orang lagi raminya pulang kantor. Taulah ya apa yang akan terjadi, jalanan dipenuhi oleh kendaraan roda dua dan empat, sobat. Jalanan dari Kampus IPB sampai persimpangan lampu merah arah ke cibinong macet paraaah. Hal ini menyebabkan kami akan lebih lama dari biasanya dalam perjalanan menuju Jakarta. 

Waktu telah menunjukkan pukul setengah tujuh lewat 40 menit, dan kami akhirnya memutuskan untuk shalat magrib terlebih dahulu di pom bensin pertama sebelah kiri setelah pertigaan lampu merah arah cibinong dan katanya samsul pom bensin ini sering disinggahi oleh Dia ketika balik ke Jakarta.

Setelah shalat magrib, wah "Pejuang Subuh" harus diberi minum nih karena sudah kehausan selama perjalanan dari kontrakan. "Pejuang Subuh", sobat tau itu sejenis apa? tepatnya sih itu nama diberi Samsul untuk motornya. Ini nama menyaingi nama motonya teman kontrakan saya juga nih, yaitu "Pejuang Keabadian". Keren kan nama motor mereka?. Singkat cerita setelah mengisi bensin motornya Samsul, kami lanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Akhirnya saya sampai di Matraman, Jakarta Timur sekitar pukul 21.00 lewat sedikit. Perjalanan yang cukup melelahkan, namun memberi makna begitu luar biasa dibalik gerimis malam ini.

Sekian dulu cerita saya hari ini. semoga bermanfaat

(Perjalanan dilakukan tanggal 30 April 2016)

#musafirperjalanan
#mencarisecercahharapanbaru
#

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masih Saja Tentang Dia

Merindu ataukah hanya angan-angan belaka?

Ketertarikan di huruf "E"